Istilah citra
digital sangat populer pada masa kini. Banyak peralatan elektronik yang
menghasilkan citra digital; misalnya scanner,
kamera digital, mikroskop digital, dan fingerprint reader (pembaca sidik jari).
Perangkat lunak untuk mengolah citra digital juga sangat populer digunakan oleh
pengguna untuk mengolah foto atau untuk berbagai keperluan lain. Sebagai
contoh, Adobe Photoshop dan GIMP (GNU Image Manipulation Program) menyajikan
berbagai fitur untuk memanipulasi citra digital.
Lalu, apa sebenarnya
yang dimaksud dengan pengolahan citra digital? Secara umum, istilah pengolahan
citra digital menyatakan “pemrosesan gambar berdimensi-dua
melalui komputer digital” (Jain, 1989). Menurut Efford (2000), pengolahan citra
adalah istilah umum untuk berbagai teknik yang keberadaannya untuk memanipulasi dan memodifikasi citra
dengan berbagai cara. Foto adalah contoh gambar berdimensi dua yang bisa diolah
dengan mudah. Setiap foto dalam bentuk citra digital (misalnya berasal dari
kamera digital) dapat diolah melalui perangkat-lunak tertentu. Sebagai contoh,
apabila hasil bidikan kamera terlihat agak gelap, citra dapat diolah agar
menjadi lebih terang. Dimungkinkan pula untuk memisahkan foto orang dari latar belakangnya. Gambaran tersebut
menunjukkan hal sederhana yang dapat dilakukan melalui pengolahan citra
digital. Tentu saja, banyak hal lain yang lebih pelik yang dapat dilakukan
melalui pengolahan citra digital.
Aplikasi pengolahan citra memang makin meluas. Di
dunia kedokteran, pengolahan citra mempunyai peran yang sangat besar. CT Scan (Computed
Tomography Scan) atau kadang disebut CAT
Scan (Computerized
Axial Tomography Scan) merupakan suatu contoh aplikasi pengolahan citra,
yang dapat dipakai untuk melihat potongan atau penampang bagian tubuh manusia.
Tomografi adalah proses untuk menghasilkan citra
berdimensi dua dari potongan objek
berdimensi tiga dari sejumlah hasil pemindaian satu-dimensi.
(sumber: Pengolahan Citra Teori dan Aplikasi karangan Abdul Kadir dan Adhi Susanto)